Langsung ke konten utama

Pelaku Mafia Tanah Ditangkap Warga dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kepolisian



BEKASI, Investigasi 86 News 

Polres Metro Bekasi akhirnya menetapkan Marjaya sebagai tersangka pemalsuan sertifikat dan Akta Jual Beli (AJB) palsu.

Penetapan Marjaya sebagai tersangka ini, setelah pihak kepolisian melakukan pemanggilan kembali, usai sejumlah korban mendatangi Polres Metro Bekasi untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang dilayangkan pada tahun 2019 lalu.

“Hari ini sudah kita lakukan penahanan terhadap tersangka (Marjaya)” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan,

Rabu (30/11/2022).

Untuk sekarang Gidion mengaku, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus pemalsuan sertifikat dan AJB palsu ini. Otomatis, dirinya belum bisa memberikan keterangan secara detail perihal kasus ini. “Penyidikan akan kita percepat. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan dalam waktu cepat,” katanya.

Menurutnya, korban yang sudah terdata sebanyak sembilan orang. “Korban ada sembilan orang dan masih dalam pengembangan dan penyelidikan,” ucapnya.

Diketahui, berbekal sertifikat dan Akta Jual Beli (AJB) palsu, warga Cabang Bungin bernama Marjaya, berhasil mengelabui sejumlah orang yang mau membeli tanah. Kemarin, Senin (28/11/2022), sejumlah korban yang merasa tertipu dengan Maryanto kembali mendatangi Polres Metro Bekasi untuk mempertanyakan tindaklanjut laporannya.

Pasalnya, laporan yang dilayangkan para korban pada tahun 2019 lalu ini, tak kunjung ada tindaklanjut dari pihak kepolisian. Alhasil, Maryanto masih berkeliaran bebas diluar sampai sekarang. Akibat perbuatan Maryanto, kerugian yang dialami para korban tidak sedikit, apabila dihitung secara keseluruhan mencapai Rp 2 milyar.

Dengan membawa sejumlah barang bukti seperti kwitansi pembayaran, sertifikat dan AJB palsu, para korban meminta agar pihak kepolisian segera menetapkan Maryanto sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Sementara, pasca pelaku pemalsuan sertifikat dan akta jual beli ( AJB) di tangkap, para korban mengapresiasi keseriusan kinerja kepolisian polres metro bekasi, dengan memberikan karangan bunga yang berjejer menghiasi halaman Polres metro bekasi yang bertulis kan ucapan sukses dan terimakasih.

Barisan karangan bunga ini adalah ucapan terimakasih kepada polres metro bekasi yang datang dari para masyarakat dan para korban Mafia tanah yang sudah membuktikan keseriusannya dalam memberantas Mafia tanah yang ada Di Kecamatan Cabangbungin.

Salah seorang korban, irwansyah, mengatakan karangan bunga itu adalah bentuk ucapan dan apresiasi setinggi-tingginya dari masyarakat kepada Mapolres Bekasi khususnya pak Kapolres Metro Bekasi yang sudah berani menindak tegas Mafia tanah yang ada Di Cabangbungin.

“Ini adalah bentuk ucapan terimakasih dari masyarakat dan para korban, Terima kasikasih pak Kapolres yang sudah tegas menangkap Mafia tanah yang sudah sangat meresahkan dan menyesengsarakan masyarakat, ” Tutupnya 

( Rina Simanjuntak )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diduga kelebihan Bayar, Anggaran Mamin outing Clas jadi Bancakan

  BEKASI , Investigasi 86 News  Outing Clas adalah persamaan kata lain dari  Study Tour yang artinya kegiatan belajar  dan mengajar diluar kelas. Pada kegiatan outing Clas biasa nya sekolah membawa atau mendatangi salah satu tempat yang dapat menambah wawasan atau ilmu pengetahuan anak didiknya tersebut. Biasa nya tempat yang di kunjungi sekolah tersebut adalah Meseum, Kampus, pabrik, dan tempat yang dapat secara langsung di perkenalkan serta di ingat oleh siswa didiknya Kegiatan outing Clas sebelumnya dengan sebutan kegiatan study tour dimana pada anggaran kegiatan study tour sebelumnya orangtua siswa yang dibebankan serta menimbulkan kecemburuan bagi siswa yang dari keluarga tidak mampu atau miskin, di karenakan tidak mampu & keterbatasan ekonomi mereka tidak bisa ikut bersama - sama teman nya mengikuti kegiatan study tour. Menghindari kecemburuan sosial dan perbedaan status ekonomi bagi anak siswa smp pemerintah Kabupaten Bekasi menyikapi nya melalui APBD tahu...

Masyarakat Papua Menuntut Dan Meminta Pemerintah Untuk Menyelesaiankan Tanah Adat

Jakarta . Investigasi 86 News  Aksi Demo yang  tergabung dalam Pergerakan Keadilan Masyarakat Papua   terdiri dari aliansi Masyarakat adalah  Forum Generasi Trikora Pembebasan Irian Barat (1962), Penggerakan Keadilan Masyarakat Papua,   Aliansi Perempuan Papua, serta Komunitas Masyarakat Papua Jakarta dan Relawan Joko Widodo Provinsi Papua. Walaupun ada sidikit Insiden  saling dorong dengan petugas  didepan Gedung Kementerian ATR/BPN tersebut,  namum aksi berlanjut damai. Kamis. (1/12/22)  Para Masyarakat menyampaikan  orasinya dan menyuarakan Hak- Hak Keadilan bagi Masyarakat Papua. Bahwa Keberadaan masyarakat hukum Adat di Indonesia tentunya memiliki latar belakang historis yang cukup panjang dengan berbagai macam lika-liku perkembangannya. Masyarakat Hukum Adat tentunya merefleksikan adanya sebuah kecenderungan bahwa Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang terintegrasi dalam tatanan kehidupan bernegara. Terkait dengan kea...

Pemilihan Ketua RW O3 Dihadiri Lurah Pasawahan Kecamatan Dayeuh kolot

  BANDUNG , Investigasi 86 News Dalam pemilihan Ketua RW O3 yang digelar kemaren siang yang bertempat dilingkungan masjid Almanah Palasari kelurahan Pasawahan kecamatan Dayeuh kolot. Pemilihan Ketua RW  tersebut dihadiri Lurah Tatang Mulyana. Ada Tiga kandidat calon ketua RW.  Calon yang pertama, Gunawan Dwipayana yang akrab disapa "Wawan" mendapatkan  73 suara. Calon yang kedua Heri Hidayat, SH mendapatkan 71 suara dan calon yang ke tiga Upang Bachra mendapatkan 160 suara .  Sedangkan yang abstain/blangko kosong ada 4.  Hasil pemilihan kemarin RW O3 kelurahan Pasawahan kecamatan Dayeuhkolot Upang Bachra menang mutlak dengan memperoleh suara terbanyak dibandingkan calon lainnya. Mudah-mudahan Ketua RW O3 terpilih bisa mengayomi dan memimpin warganya dengan jujur, amanah, smart dan cakap  serta membawa kebaikan buat warganya. (Ujang Arifin)